PERBANDINGAN KACA ISOLASI 2 LAPIS CLEAR IG LOW E HARDCOAT PLANIBEL DAN CLEAR IG LOW E SOFTCOAT OPTITHERM UNTUK BANGUNAN BERDASARKAN COMPREHENSIVE PERFORMANCE DAN THERMAL INSULATED DI PT. ABEBERSA PRATAMA (ABEGLASS)
Keywords:
Low-E Glass, Hardcoat, Softcoat, Thermal Insulation, Infrared Rejection, Building Energy EfficiencyAbstract
Penggunaan kaca Low-Emissivity (Low-E) menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan efisiensi energi bangunan karena mampu mengurangi perpindahan panas matahari tanpa mengurangi pencahayaan alami secara signifikan. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa kaca Low-E Hardcoat Planibel dan Low-E Softcoat Optitherm menggunakan metode Glass Comprehensive Performance Test dan Glass Thermal Insulated Test. Parameter yang dianalisis meliputi thermal blocking, visible light transmission (VLT), infrared rejection pada panjang gelombang 940 nm dan 1400 nm, serta ultraviolet rejection. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kaca Low-E Softcoat Optitherm memberikan performa termal yang lebih baik dengan thermal blocking sebesar 89%, sedangkan Hardcoat Planibel sebesar 51,5%. Nilai VLT Softcoat mencapai 64,7%, lebih tinggi dibanding Hardcoat sebesar 50,6%. Selain itu, kemampuan penolakan radiasi inframerah Softcoat mencapai 100% pada 1400 nm dan 78,8% pada 940 nm, jauh lebih tinggi dibanding Hardcoat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi Low-E Softcoat lebih efektif dalam mengurangi perpindahan panas sekaligus mempertahankan pencahayaan alami, sehingga lebih sesuai diterapkan pada bangunan hemat energi di daerah beriklim tropis.





