Analisis Gaya Komunikasi Guru dalam Membangun Budaya Saling Menghargai sebagai Upaya Preventif Bullying di SMA
Keywords:
Gaya komunikasi guru, budaya saling menghargai, preventif bullyingAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya komunikasi guru dalam membangun budaya saling menghargai sebagai upaya preventif terhadap tindakan bullying di SMA. Perilaku perundungan sering kali dipicu oleh pengaruh negatif teman sebaya yang menganggap tindakan tersebut lumrah, sehingga berdampak buruk pada hubungan sosial, kehadiran, dan pencapaian akademis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya preventif difokuskan pada internalisasi nilai melalui komunikasi interpersonal yang jelas dan sikap menghormati guna meminimalisirkesalahpahaman yang menjadi akar konflik. Penguatan komunikasi organisasi melalui teknologi digital seperti WhatsApp menjadi kunci pengawasan siswa secara real-timedan deteksi dini perselisihan. Sebagai langkah resolusi, sekolah mengedepankan mekanisme musyawarah dan diskusi terbuka yang didukung oleh instruksi kepemimpinan yang tegas dan transparan. Penelitian menyimpulkan bahwa sinergi antara gaya komunikasi guru yang empatik, pemanfaatan teknologi secara bijak, dan peran pimpinan sebagai mediator berhasil menumbuhkan rasa saling percaya serta tanggung jawab kolektif dalam menciptakan ekosistem sekolah yang aman dari perundungan.

