ANALISIS KECACATAN PRODUK PADA PERUSAHAAN FURNITUR MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)
Keywords:
FMEA, Furnitur, Quality Control, risiko, produk cacatAbstract
Kualitas produk memegang peranan penting dalam kelangsungan industri furnitur, baik di pasar domestik maupun global. PT Alis Jaya Ciptatama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan produk kayu, termasuk furnitur, kerajinan, dan aksesoris. Pengendalian kualitas yang efektif sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk dan memperluas jangkauan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya cacat produk dalam proses produksi dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kualitas produk. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), pendekatan yang banyak digunakan di berbagai industri untuk mengidentifikasi cacat produk, menilai risiko, dan mengembangkan strategi mitigasi. Melalui pengamatan dan analisis data historis perusahaan, penelitian ini mengidentifikasi beberapa risiko dalam proses produksi, termasuk keretakan, permukaan kasar, ketidaksesuaian warna atau dimensi, dan sambungan rapuh antar komponen. Penyebab mendasar dari cacat ini meliputi kualitas bahan baku, manajemen inventaris yang buruk, metode kerja yang tidak memadai, kurangnya kalibrasi mesin, dan keterampilan tenaga kerja yang tidak memadai. Perhitungan Risk Priority Number (RPN) menunjukkan bahwa tiga stasiun kerja memiliki risiko cacat tertinggi, yaitu Mill 1, Mill 2, dan Assembly, dengan nilai RPN masing-masing sebesar 196, 180, dan 42. Untuk mengatasi masalah tersebut, strategi perbaikan dan mitigasi yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kualitas bahan baku, mengoptimalkan tata letak dan manajemen gudang, melakukan perawatan mesin secara berkala, dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja. Selain itu, komitmen manajemen merupakan faktor penting dalam memastikan pengendalian kualitas pada proses produksi di PT Alis Jaya Ciptatama.