PERBANDINGAN PRODUKSI BIOGAS DARI LIMBAH BUAH BUSUK DAN KOTORAN SAPI DENGAN FERMENTASI BERBAHAN JERUK NIPIS

Authors

  • Dafif Azfa Nur Universitas Sains Indonesia Author
  • Muhamad Ibnu Ravasya Putra Universitas Sains Indonesia Author
  • Rahmat Universitas Sains Indonesia Author

Keywords:

biogas, buah busuk, energi terbarukan, fermentasi, kotoran sapi

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan produksi biogas dari beberapa jenis bahan organik, yaitu buah-buahan busuk dan kotoran sapi. Proses pembuatan biogas menggunakan jerigen dan galon Le Minerale sebagai wadah fermentasi anaerob selama empat belas hari. Pada bahan buah ditambahkan jeruk nipis untuk membantu penguraian dan menjaga kestabilan pH. Penelitian ini dilakukan karena limbah organik dari pasar tradisional sering tidak dimanfaatkan, padahal masyarakat membutuhkan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan murah. Tahapan penelitian meliputi penimbangan bahan, pencampuran dengan air, penambahan jeruk nipis pada buah, serta fermentasi dalam wadah tertutup. Volume biogas diukur setiap dua hari menggunakan alat sederhana berbasis perpindahan air. Hasil menunjukkan bahwa kotoran sapi menghasilkan biogas paling tinggi, yaitu 850 mililiter. Mangga busuk menghasilkan 620 mililiter, pepaya 540 mililiter, semangka 470 mililiter, dan melon 410 mililiter. Perbedaan produksi ini dipengaruhi oleh komposisi nutrisi masing-masing bahan. Penelitian ini membuktikan bahwa buah busuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif biogas meskipun hasilnya tidak sebesar kotoran sapi. Temuan ini mendukung pemanfaatan limbah organik sebagai energi terbarukan sederhana bagi masyarakat lokal.

Downloads

Published

28-12-2025